Jakarta – Kepala Laboratorium dan Klinik Odontologi Pusdokkes Polri, Kombes Agustinus menjelaskan bagaimana proses identifikasi jenazah korbal Lion Air PK-LQP. Dia menjelaskan mulai dari membutuhkan rekam medis gigi korban hingga foto selfie korban yang memperlihatkan gigi korban adalah salah satu yang membantu dalam proses identifikasi.
Awalnya, Agustinus menjelaskan bagaimana awal mula kedatangan jenazah korban Lion Air tiba di ruang jenazah, kemudian jenazah dicek terlebih dahulu bagaimana kondisi body part yang ditemukan.
Dia juga menjelaskan proses pengecekkan itu dilakukan oleh beberapa petugas yang ditugaskan secara shifting, lalu para petugas tersebut mencatat bagian body part yang datang untuk kemudian dilakukan proses pengecekkan berlanjut.
Agus mengatakan para petugas odontologi forensik akan memisahkan mana body part yang akan dikirim ke pemeriksaan odontologi, bagian tersebut seperti rahang, gigi, dan mulut. Nantinya akan ada proses pencatatan dengan kode-kode untuk medeskripsikan kondisi body part tersebut.
“Mereka yang bekerja di instalasi forensik, yang mencatat body part terkait gigi berikut rahangnya. Semua dicatat baik bentuknya, warnanya, segala intervensi yang terjadi di gigi itu, apakah di giginya ada tambalan, tambalan juga ada beberapa jenis, ada yang putih, dan logam, ada gigi yang dicabut, dibehel juga, segala macam terjadi di gigi itu, termasuk kondisi rahangnya, juga relasi antara gigi atas dan bawah, semua dicatat secara detil, untuk nantinya disandingkan ke data ante mortem, teknis di ante mortem adalah screaning awal, dengan menanyakan ke keluarga semua sidik jari, DNA dan khusus gigi diperdalam lagi oleh tim di antemortem,” jelas Agus di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/11/2018).
Selain mencatat kondisi tersebut, agus mengatakan pihaknya juga membutuhkan rekam medis gigi korban, nantinya pihak Odontologi Forensik akan menghubungi keluarga-keluarga korban yang mengetahui rekam medis korban, apakah pernah melakukan pemeriksaan gigi dan sebagainya. Jika korban memiliki rekam medis di salah satu dokter gigi, pihak rumah sakit juga akan menghubungi dokter tersebut untuk meminta data dental recorder.
“Tanya ke keluarga apakah dia pernah lakukan perawatan gigi ke dokter gigi, bila ada jawaban pernah, kita akan telusuri dokter gigi itu untuk petugas kami konfirmasi langsung pada dokter gigi yang merawat, dan meminta untuk keperluan DVI, dan persetujuan kekuarga untuk dapatkan catatan rekam medis gigi itu,” ungkapnya.
Setelah melakukan pencarian rekam medis gigi korban, pihak odontologi akan membuat laporan ke dalam suatu lembaran kertas yang berbentuk formulir, Agus menjelaskan ada dua formulir yang harus diisi oleh tim medis, formulir itu ada untuk ante mortem yang berwarna kuning, sedangkan post mortem berwarna pink. Dalam laporan tersebut menuliskan beberapa kode gigi korban tersebut.
“Lembar ini selasai dari operasi DVI ini akan dikirimkan ke Interpol, sebagai laporan dan pertanggung jawaban kami. Tujuan mentransfer ke kode dan simbol tertentu untuk memudahkan secara visual, sehingga tak terlalu lama. Kalau ada simbol kan lebih mudah, sehingga mudah dilakukan proses matching, begitu juga yang di post mortem, dipindahkan ke formulir. Semua akan ditransfer catatan giginya,” ucap Agus.
Terkait kasus Lion Air JT 610, dari 189 data ante mortem yang berhasil di dapat, hanya ada 70 korban yang memiliki dental record. Dalam kasus ini, Agus juga mengatakan pihaknya mengalami kesulitan untuk mendeteksi beberapa body part karena tidak memiliki dental record itu, sebagai gantinya dia menjelaskan beberapa keluarga diminta untuk menyertakan foto selfie korban yang giginya terlihat.
“Dari sekian banyak data ante mortem 189, yang berhasil kami dapatkan dental recordnya ada 70, jadi ada sekitar 30 persen, lainnya hampir tak pernah lakukan perawatan gigi, sehingga kami kesulitan dapatkan dental recordnya, dan yang kami bisa lakukan terkait itu, mengirimkan foto yang tampak gambaran giginya, seperti saat senyum. Itu cukup membantu meskipun nilai identifikasinya sekunder, atau mendukung paling bawah levelnya dibandingkan dental record,” katanya.
“Salah satu kesulitan identifikasi adalah keutuhan dari pada bodypart, jadi mohon maaf identifikasi gigi kami belum mampu menemukan, tapi bukan kami nggak bantu, dari temuan itu juga kita bantu untuk identifikasi usia, dari dagu dan sudut rahang,” sambungnya.
Agus juga mengungkapkan sudah ada dua body part yang menyangkut dengan gigi, namun gigi tersebut tidak bisa diidentifikasi karena bentukannya sudah pecah hanya ada separuh itu dia sebut sulit diidentifikasi.
“Sampai sekarang yang terkait aspek gigi baru dua, pertama dulu temuan gigi itu juga fraktur atau pecah dan tak bisa diidentifikasi, baik gender dan umurnya. Kedua, ada body part rahang atas bawah separuh, itu yang kemarin seharian kita dalami, tapi kami hanya bisa pada simpulan gender dan perkiraan umur, belum menunjuk individu karena keterbatasan data post mortem dan ante mortem itu sendiri,” pungkasnya.
Awalnya, Agustinus menjelaskan bagaimana awal mula kedatangan jenazah korban Lion Air tiba di ruang jenazah, kemudian jenazah dicek terlebih dahulu bagaimana kondisi body part yang ditemukan.
Dia juga menjelaskan proses pengecekkan itu dilakukan oleh beberapa petugas yang ditugaskan secara shifting, lalu para petugas tersebut mencatat bagian body part yang datang untuk kemudian dilakukan proses pengecekkan berlanjut.
Agus mengatakan para petugas odontologi forensik akan memisahkan mana body part yang akan dikirim ke pemeriksaan odontologi, bagian tersebut seperti rahang, gigi, dan mulut. Nantinya akan ada proses pencatatan dengan kode-kode untuk medeskripsikan kondisi body part tersebut.
“Mereka yang bekerja di instalasi forensik, yang mencatat body part terkait gigi berikut rahangnya. Semua dicatat baik bentuknya, warnanya, segala intervensi yang terjadi di gigi itu, apakah di giginya ada tambalan, tambalan juga ada beberapa jenis, ada yang putih, dan logam, ada gigi yang dicabut, dibehel juga, segala macam terjadi di gigi itu, termasuk kondisi rahangnya, juga relasi antara gigi atas dan bawah, semua dicatat secara detil, untuk nantinya disandingkan ke data ante mortem, teknis di ante mortem adalah screaning awal, dengan menanyakan ke keluarga semua sidik jari, DNA dan khusus gigi diperdalam lagi oleh tim di antemortem,” jelas Agus di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/11/2018).
Selain mencatat kondisi tersebut, agus mengatakan pihaknya juga membutuhkan rekam medis gigi korban, nantinya pihak Odontologi Forensik akan menghubungi keluarga-keluarga korban yang mengetahui rekam medis korban, apakah pernah melakukan pemeriksaan gigi dan sebagainya. Jika korban memiliki rekam medis di salah satu dokter gigi, pihak rumah sakit juga akan menghubungi dokter tersebut untuk meminta data dental recorder.
“Tanya ke keluarga apakah dia pernah lakukan perawatan gigi ke dokter gigi, bila ada jawaban pernah, kita akan telusuri dokter gigi itu untuk petugas kami konfirmasi langsung pada dokter gigi yang merawat, dan meminta untuk keperluan DVI, dan persetujuan kekuarga untuk dapatkan catatan rekam medis gigi itu,” ungkapnya.
Setelah melakukan pencarian rekam medis gigi korban, pihak odontologi akan membuat laporan ke dalam suatu lembaran kertas yang berbentuk formulir, Agus menjelaskan ada dua formulir yang harus diisi oleh tim medis, formulir itu ada untuk ante mortem yang berwarna kuning, sedangkan post mortem berwarna pink. Dalam laporan tersebut menuliskan beberapa kode gigi korban tersebut.
“Lembar ini selasai dari operasi DVI ini akan dikirimkan ke Interpol, sebagai laporan dan pertanggung jawaban kami. Tujuan mentransfer ke kode dan simbol tertentu untuk memudahkan secara visual, sehingga tak terlalu lama. Kalau ada simbol kan lebih mudah, sehingga mudah dilakukan proses matching, begitu juga yang di post mortem, dipindahkan ke formulir. Semua akan ditransfer catatan giginya,” ucap Agus.
Terkait kasus Lion Air JT 610, dari 189 data ante mortem yang berhasil di dapat, hanya ada 70 korban yang memiliki dental record. Dalam kasus ini, Agus juga mengatakan pihaknya mengalami kesulitan untuk mendeteksi beberapa body part karena tidak memiliki dental record itu, sebagai gantinya dia menjelaskan beberapa keluarga diminta untuk menyertakan foto selfie korban yang giginya terlihat.
“Dari sekian banyak data ante mortem 189, yang berhasil kami dapatkan dental recordnya ada 70, jadi ada sekitar 30 persen, lainnya hampir tak pernah lakukan perawatan gigi, sehingga kami kesulitan dapatkan dental recordnya, dan yang kami bisa lakukan terkait itu, mengirimkan foto yang tampak gambaran giginya, seperti saat senyum. Itu cukup membantu meskipun nilai identifikasinya sekunder, atau mendukung paling bawah levelnya dibandingkan dental record,” katanya.
“Salah satu kesulitan identifikasi adalah keutuhan dari pada bodypart, jadi mohon maaf identifikasi gigi kami belum mampu menemukan, tapi bukan kami nggak bantu, dari temuan itu juga kita bantu untuk identifikasi usia, dari dagu dan sudut rahang,” sambungnya.
Agus juga mengungkapkan sudah ada dua body part yang menyangkut dengan gigi, namun gigi tersebut tidak bisa diidentifikasi karena bentukannya sudah pecah hanya ada separuh itu dia sebut sulit diidentifikasi.
“Sampai sekarang yang terkait aspek gigi baru dua, pertama dulu temuan gigi itu juga fraktur atau pecah dan tak bisa diidentifikasi, baik gender dan umurnya. Kedua, ada body part rahang atas bawah separuh, itu yang kemarin seharian kita dalami, tapi kami hanya bisa pada simpulan gender dan perkiraan umur, belum menunjuk individu karena keterbatasan data post mortem dan ante mortem itu sendiri,” pungkasnya.
Basic Information Covering What An Affiliate Program Can Help You To Achieve
When you have your hyperlink you could add it to your website, include it in the resource box of an article or create a classified ads. Beware that some article directories do not accept direct links to affiliate program products so you may have to set up a redirected domain name to do this. This is easy to do by registering a new domain name with a site like Go daddy and typing in the product hyperlink into the redirect section.
Then you can add your new domain name to the article resource box and when the reader clicks on it they will go directly to the affiliate program product page. You can buy domain names for just a few dollars and if you go to the right site you can get them hosted for free. If you intend to have lots of websites and redirected domains a company like hostgator will host unlimited domains for a low fixed monthly price.
Once you have registered you can start shopping, just go to the marketplace section of the Clickbank site and type in a subject you are interested selling a product related to. There are many categories so you should find a product you like. You can list the products by popularity, commission earned per sale, commission percentage etc. Affiliate programs are very respectable, well atleast the ones that are operating properly each day.
You can promote as many Clickbank products as you like and in any way you like, if you take some time selecting the right products and promote them well you can make a tidy income. There are also programs available to buy where many Clickbank products have been grouped together in a mall and you just send visitors to your mall and you get commissions on anything that is purchased.
When you find a product you like the sound of, check the sales pitch page, if you still like it and think you can promote and sell it just click the ‘create a top hop link’ button and you will be presented with a hyperlink to that product with your nickname contained within it. Keep the hyperlink safe and print a copy to use in you promotion. Promoting items is the main ingredient to its success and it means all the difference in the world when it comes to your financial future.
Gaining all the information necessary for you to make this work is the key to your future business successes. It is very important to understand all aspects of an affiliate program before ever getting involved with one but trust me, there is really no way that you can be disappointed once you begin figuring out how all aspects of an affiliate program works.
Finding a career path that you could actually end up enjoying is so very important and unfortunately so many people just do not end up doing that. You can be happy with your career choice. Get involved with an affiliate program and start making all of your dreams come true right now.
Begini Sulitnya Identifikasi Jasad Korban Lion Air Melalui Gigi
4/
5
Oleh
Unknown
